ACCOUNTING, AGRICULTURE, AND WAR

Aji Dedi Mulawarman

Abstract


Abstrak: Akuntansi, Pertanian, dan Perang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan akuntansi, pertanian, dan perang, di mana ketiganya berada dalam ruang bersejarah. Langkah pertama dalam metode Tazkiyah digunakan untuk melacak jejak sejarah. Penelitian ini menemukan dua kontradiksi dalam relasionalitas. Pertama, akuntansi dan pertanian jauh dari perang karena kekuatan kekuatan kesucian. Kedua, akuntansi dan pertanian, di sisi lain, lebih terkait erat dengan perang ketika kesucian terlepas dari keduanya. Berdasarkan dua kontradiksi tersebut, akuntansi dan pertanian dapat menjadi perang sebagai kata kunci untuk melanggengkan nilai utama yang dominan, yaitu "Dilema Ibrani."

 

Abstract: Accounting, Accounting, Agriculture, and War. This research aims to examine the relations of accounting, agriculture, and war, where all three are in the historic space. The Tazkiyah Method First Step is used to trace historical traces. This research finds two contradictions in relationality. First, accounting and agriculture are far from the war due to the strength of both holinesses. Second, accounting and agriculture, on the other hand, are more closely linked to war when holiness is detached from both. Based on the two contradictions, accounting and agriculture can make a war being the keyword to perpetuate the dominant primary value, the "Hebrew Dilemma."


Keywords


accounting; agriculture; history; holiness; war



DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jamal.2020.11.1.01

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.