UANG NAI': ANTARA CINTA DAN GENGSI

Sri Rahayu, Yudi Yudi

Abstract


Abstrak: Uang Nai’: Antara Cinta dan Gengsi. Studi ini bertujuan memahami doi menre atau uang Nai’ dalam Budaya Panai’ Bugis Makassar saat menentukan besaran uang belanja perkawinan. Analisis data menggunakan pola budaya perkawinan adat masyarakat Bugis yang dikemukakakan oleh Lamallongeng. Hasil penelitian menemukan fenomena tingginya uang Nai’, mahar dan sompa dipandang kaum muda Bugis dan orang luar sebagai bentuk harga. Lamaran dianggap transaksional antara kedua keluarga calon pengantin. Pandangan ini keliru, sebab nilai dibalik budaya panai’ merupakan bentuk penghargaan budaya Bugis terhadap wanita, siri’, prestise dan status sosial. Uang nai’ merupakan bentuk penghargaan keluarga pihak pria terhadap keluarga wanita karena telah mendidik anak gadisnya dengan baik.

 

Abstract: Money of Na’i: Between Love and Prestige. This study is aimed to understand doi menre or money of Na’i at Panali’ culture of Bugis Makassar in determining amount of the wedding. The study used wedding culture pattern stated by Lamallongeng. The result shows that the higher of uang Nai’, dowry dan sompa have viewed by youth and society around as a form of price. Panai culture is a form of Bugis culture appreciation to the bride, siri’, prestige, and social status instead considered as a transactional between two families. Money of nai’ as an appreciation of groom family to bride because they have educated the woman as well.


Keywords


budaya panai’; mahar; uang nai’; sompa; siri’

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.18202/jamal.2015.08.6018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.