FALSAFAH KESENIAN TANJIDOR PADA PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN

Manikam Apriliani, M Wahyudin Abdullah

Abstract


ABSTRACT: Tanjidor Art Philosophy on Corporate Social Responcibility (CSR) Implementation on Improving Corporate Performance. The city of Jakarta has Betawi culture which is the original culture and as one of the city’s identity. One of the legacies of Betawi known is Tajidor art. This writing aims to find the extent to which the role of culture in accounting and how the company can improve its performance in the world of intense competition by instilling local cultural values. This writing explains the occurrance of a reciprocal role between the philosophy of purpouse and the meaning of tanjidor art with the implementation of CSR based on Triple Buttom Line or 3P concept. The result of this paper provide an understanding if the company in carrying out its business activities in amore integrated, both between the objectives of the company as a bisiness, harmony with the community and nature. But the company must implement its CSR in ordder to safety oneself, to meet inner satification, as well as to entertain and please the people. If inner satification can not be met, then the company will not be able to perform duties and responsibilities to the communitu well and integrated.

 

ABSTRAK: Falsafah Kesenian Tanjidor pada Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Kota Jakarta memiliki kebudayaan Betawi yang merupakan kebudayaan asli dan sebagai salah satu identitas kota. Salah satu warisan dari betawi yang dikenal adalah Kesenian Tanjidor. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran budaya dalam akuntansi dan bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya dalam dunia persaingan yang ketat dengan menanamkan nilai- nilai budaya lokal. Penulisan ini menjelaskan terjadinya peran timbal balik antara falsafah tujuan dan arti kesenian tanjidor dengan pelaksanaan CSR yang berdasar pada Triple Buttom Line atau konsep 3P. Hasil penulisan ini memberikan pemahaman jika perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya secara lebih terintegrasi, baik antara tujuan perusahaan sebagai usaha bisnis, keharmonisan hubungan dengan masyarakat dan alam. Namun perusahaan harus melaksanakan CSR nya dengan tujuan untuk memuaskan diri sendiri, untuk memenuhi kepuasan batin, serta untuk menghibur dan menyenangkan hati masyarakat. Jika kepuasan batin tidak dapat dipenuhi, maka perusahaan tidak akan bisa  melakukan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat dengan baik dan terintergrasi. 


Keywords


Corporate Social Responsibility (CSR), Falsafah Kesenian Tanjidor, Kinerja Perusahan, Triple Buttom Line

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.