TAFSIR KRITIS PRIVATISASI BERDASARKAN HERMENEUTIKA GADAMERIAN: KASUS PRIVATISASI PT TELKOM DAN PT INDOSAT

Ayudia Sokarina

Abstract


Privatization Under Critical Meaning by Using Gadamerian Hermeneutics: The Case for Privatization of PT. Telkom And PT. Indosat. The objectives of the study are to search critical meanings of privatisation in PT Telkom and PT Indosat. This research is using an interpretive approach and critical analysis by using Gadamerian hermeneutics. The study finds that there is other reality which shows that the Government views privatisation as a tool to achieve economic rents. Privatisation has failed to enable the distribution of ownership. At the same time, there is exploitation of consumers in the form of higher rates (as in the case of PT Telkomsel). As a result of privatisation of PT Telkom and PT Indosat has failed to provide justice and prosperity for the people and state.

 

Tafsir Kritis Privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus Privatisasi PT. Telkom  Dan PT. Indosat. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mencari pemaknaan privatisasi yang terjadi pada PT. Telkom dan PT. Indosat. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif dan analisis kritis Hermeneutika Gadamerian sebagai metodenya. Hasil analisis menemukan realitas yang lain, yaitu bahwa saat Pemerintah memahami privatisasi sebagai alat untuk mencapai rente ekonomi, privatisasi telah gagal untuk membuat distribusi kepemilikan. Pada saat yang bersamaan, proses eksploitasi atas konsumen dalam bentuk tingginya harga (kasus PT. Telkomsel). Hasilnya, privatisasi PT. Telkom dan PT. Indosat telah gagal menyediakan keadilan dan kemakmuran bagi bangsa dan masyarakat.


Keywords


privatisasi; hermeneutics gadamerian; rente ekonomi; distribusi kepemilikan; eksploitasi konsumen

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.18202/jamal.2011.08.7118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.